Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

27. Saat hamil, kapankah waktu yang paling aman untuk pergi berlibur?

Saat hamil, kapankah waktu yang paling aman untuk pergi berlibur?


Berlibur sewaktu hamil aman untuk dilakukan asalkan Anda tidak mengalami komplikasi kehamilan yang serius. Akan tetapi, sebagian besar perusahaan penerbangan tak akan menerbangkan Anda di minggu-minggu terakhir. Sebagian besar calon mama tidak ingin bepergian dalam trimester pertama, tetapi merasa bahwa trimester kedua adalah waktu yang ideal untuk berlibur.

Apakah aman untuk terbang ketika hamil?

Ya. Walaupun jika Anda mengalami komplikasi kehamilan seperti bercak perdarahan, diabetes, tekanan darah tinggi atau pernah bersalin premature, periksakan pada dokter sebelum bepergian. Selama kehamilan Anda normal, aman bagi Anda untuk meneruskan rencana perjalanan seperti biasa. 

Sebagian besar calon ibu mendapatkan bahwa trimester kedua – minggu ke-14 samai ke-27 – adalah waktu yang sempurna untuk bepergian. Dengan rasa mual dipagi hari yang sudah Anda lewati, tingkat energi Anda tinggi dan kemungkinan keguguran rendah; Anda bisa menikmati bersantai, menginap, dan begadang. Anda juga bisa memanfaatkan kondisi bepergian dengan santai – tanpa disertai kursi anak kecil di mobil, kereta bayi, popok, atau mainan. 

Selama Anda tak mengalami komplikasi medis, tidak mengandung lebih dari satu bayi, dan tidak ada riwayat persalinan premature, Anda masih bisa terbang dengan hampir semua perusahaan penerbangan sampai usia kehamilan 36 minggu. Agen perjalanan dan perusahaan penerbangan tak akan bertanya apakah Anda hamil ketika memesan tiket, tetapi Anda mungkin ditanya di meja check-in. dengan alasan ini, dari sekitar usia kehamilan 28 minggu Anda akan memerlukan surat dokter yang memastikan tanggal perkiraan persalinan dan menyatakan bahwa kemungkinan besar Anda tak akan bersalin dalam penerbangan ini. 

Setiap perusahaan penerbangan memiliki aturan tersendiri, jadi penting bagi Anda untuk memberitahu agen perjalanan bahwa Anda hamil dan memeriksa lebih dahulu apakah Anda masih boleh terbang (jangan lupa bahwa ini juga berlaku bagi perjalanan pulang). Jika Anda memesan dari internet, periksa situs jejaring perusahaan penerbangan Anda.

Apakah saya akan bisa mendapat asuransi perjalanan?

Karena wanita hamil relative beresiko lebih tinggi, banyak perusahaan membuat aturan bahwa mereka tak akan menanggung jika usia kehamilan seorang wanita tak kurang dari delapan minggu menuju tanggal perkiraan persalinan pada hari pulang dari berlibur (atau usia kehamilan sekitar 32 minggu bagi hampir semua wanita). Perusahaan asuransi yang lain bahkan memiliki ambang yang lebih rendah yaitu 27 atau 28 minggu. Ini berarti bahwa sementara Anda bisa mengajukan klaim atas kehilangan yang tak berhubungan dengan kehamilan, Anda tak akan ditanggung jika harus membatalkan liburan atau kehilangan atas kecerobohan Anda sendiri sehubungan dengan kehamilan. Jika Anda terbiasa bepergian dan sudah memiliki polis tahunan, Anda perlu menghubungi perusahaan asuransi untuk mendaptkan informasi tentang peraturan yang berlaku. Jika tidak, Anda bisa mencari polis tunggal, dan ingatlah untuk mengatakan pada perusahaan asuransi bahwa Anda hamil.


Jenis liburan seperti apa yang sebaiknya saya pilih?

Utamakan kenyamanan, bukan petualangan, tempat yang beradab dan standar kebersihan serta perawatan medis yang masuk akal. Pilihlah penerbangan yang lebih singkat dari utara selatan, bukan timur-barat untuk meminimalkan jet lag dan carilah tempat dengan suhu yang lebih nyaman alih-alih terlalu panas.

Amankah menjalani vaksinansi untuk perjalanan selama hamil?

Sebagian besar ahli akan menyarankan untuk tidak melakukan vaksinasi selama hamil bila memungkinkan. Sebelum memesan liburan yang eksotis, cari tahu vaksinasi apa yang diperlukan. Penting untuk menyeimbangkan antara manfaat dan risiko. Jika ada lokasi liburan yang tidak memerlukan vaksinasi, lebih baik Anda memilih lokasi tersebut. Jika Anda tinggal di tempat dengan akomodasi berkualitas tinggi dan suplai air yang baik selama dua minggu, faktor risikonya lebih rendah. Jika Anda bepergian sebagai backpacker dan tinggal di daerah pedesaan selama satu atau dua bulan, faktor risikonya lebih tinggi. Sebagian orang harus bekerja di negara-negara di mana terdapat risiko penyakit penyakit, atau keharusan mengunjungi kerabat yang tinggal di sana. Dalam hal ini, bicarakan pada dokter Anda, atau kunjungi klinik khusus perjalanan untuk membahas kemungkinan risiko penyakit dibandingkan dengan kemungkinan risiko vaksinasi.

Fakta menarik – vaksinasi

Menurut Royal College of Obstetricians anda Gynaecologists, vaksin berikut bisa digunakan dalam kehamilan jika benar-benar penting bagi Anda untuk mengunjungi wilayah dengan risiko tinggi untuk terjadinya penyakit:
  • Hepatitis A
  • Hepatitis B
  • Polio (suntik)
  • Tifoid (suntik)
  • Tetanus
  • Difetri
  • Ensefalitis Jepang
  • Rabies
  • Campak (hanya dari klinik swasta)

Vaksin berikut tidak aman dalam kehamilan:
  • MMR
  • Demam Kuning
  • Polio (oral)
  • Tifoid (oral)

Posting Komentar untuk "27. Saat hamil, kapankah waktu yang paling aman untuk pergi berlibur?"