Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

23. Kami merencanakan bayi ini bersama, jadi mengapa kini kami tak merasakan hal yang sama?

Kami merencanakan bayi ini bersama, jadi mengapa kini kami tak merasakan hal yang sama?


Meskipun kehamilan telah direncanakan, mungkin perlu waktu untuk terbiasa dengan gagasan bahwa Anda berdua benar-benar akan punya bayi. Kehamilan bisa memengaruhi Anda dan pasangan dengan cara berbeda; beri kesempatan bagi satu sama lain untuk menyesuaikan diri dan jaga agar jalur komunikasi tetap terbuka.

Mengapa pasangan tidak segembira saya menghadapi kehamilan ini?

Tentang punya bayi, pria dan wanita tak selalu bereaksi dengan cara yang sama. Sementara Anda mungkin melompat kegirangan, reaksi pasangan mungkin jauh lebih terkendali. Jika itu yang terjadi, jangan terkejut. Terkadang perlu waktu beberapa bulan bagi pria untuk terbiasa dengan gagasan bahwa dia akan menjadi ayah, meskipun jika kehadiran bayi tersebut sudah direncakan. Pasangan belum bisa melihat atau merasakan perubahan luar biasa yang terjadi dalam pikiran dan tubuh Anda – jadi sampai Anda mulai terlihat hamil atau dia benar-benar bisa merasakan bayi menendang ketike meletakkan tangannya di perut Anda, kehamilan Anda mungkin terasa teoritis saja baginya.

Pasangan mungkin juga khawatir tentang hubungan (seksual dan hubungan lain) yang akan berubah saat bayi lahir, dan apakah dia akan menjadi ayah yang baik. Jangan lupakan jua bahwa konsep menjadi ayah seringkali membuat pria merasa tertekan untuk meningkatkan kemampuannya mencari uang, mencari jalur cepat di tempat kerja, dan lebih bertanggung jawab atas kehidupannya sehari-hari. Jangan heran kalau dia sedikit menarik diri dan cemas!

Bagaimana saya bisa membaut pasangan berbagi perasaan tentang kehamilan?

Banyak pria menyimpan ketakutannya tentang kehamilan dan menjadi orang tua untuk diri sendiri karena mereka tidak ingin menambah kekhawatiran pasangannya. Bicarakan padanya. Katakan Anda ingin tahu bagaimana perasaanya dan yakinkan bahwa dia tidak membebani Anda. Banyak pria tak menyadari bahwa wanita menghargai jenis interaksi seperti ini dan bahwa berbagi perasaan akan membuat hubungan menjadi lebih intim. Semangati dirinya untuk berhubungan dengan calon ayah lain atau teman-teman pria yang sudah punya anak. Anjurkan dia untuk membaca buku atau artikel majalan tentang menjadi ayah, dan menghadiri jelas prapersalinan bersama Anda.

Saya tidak menikmati kehamilan saya. Apakah ada yang salah dengan diri saya?

Mungkin Anda secara emosional merasa belum siap untuk menjadi ibu atau jumlah anak yang ada sudah cukup atau ada komitmen kan – khususnya jika kehamilan ini tidak direncanakan. Di sisi lain, mungkin Anda menduga bahwa bayi adalah sesuatu yang Anda inginkan, tetapi ketika sudah hamil, Anda justru menjadi tidak yakin. Bagi banyak wanita, perasaan sakit dan lelah akibat mual di pagi hari dan gejala lain akan sangat mengganggu, tetapi perasaan mereka berubah begitu mencapai trimester kedua dan mulai merasa sehat lagi. Mengalami reaksi negative terhadap kehamilan tidak berarti bencana, tetapi bicarakan pada pasangan secara terbuka dan jujur tentang perasaan Anda untuk mencegah agar kehamilan tidak membuat Anda berdua berselisih pendapat.

Saya adalah orangtua tunggal dan takut menghadapi kehamilan sendiri. Apa yang bisa saya lakukan?

Baik karena pilihan maupun keadaan, semakin banyak wanita yang menjalani kehamilan tanpa 
didampingi oleh pasangan yang berkomitmen di sampingnya. Sebagai ibu tunggal, Anda mungkin akan mengalami berbagai masalah bisa dalam kehamilan, tetapi juga dihadapkan pada masalah lain, seperti kekhawatiran hokum atau finansial, penilaian teman-teman dan keluarga, dan kemungkinan adanya kesulitan dengan ayah si bayi.

Bangunlah jaringan pendukung. Cari kelas prapersalinan untuk calon ibu tunggal – atau paling tidak kelas khusus untuk wanita. Selain itu, fokuskan untuk merawat diri baik-baik agar Anda bisa merawat bayi Anda.

Pengalaman pembaca

“Pria itu membingungkan: mereka mengirimkan sinyal yang berbeda-beda dan tidak selalu bisa mengekspresikan perasaan dengan baik. Dia mungkin girang dengan kehadiran bayi baru, tetapi mungkin dia takut akan apa yang akan dihadapi.” Carolyn

“Pasangan mungkin memiliki kekhawatiran mendalam tentang kesehatan Anda dan khawatir hubungan Anda berdua akan berubah. Bicarakan dengannya tentang perasaan Anda dan tanyakan perasaanya. Cobalah untuk tidak mencelanya jika tampak tidak senang pada titik ini.” Justine

“Jangan biarkan kurangnya antusiasme pasangan melemahkan semangan Anda. Kebahagiaan bisa menular. Carilah dukungan dari anggota keluarga lain dan teman sampai dia menyadarinya.” Jean

Posting Komentar untuk "23. Kami merencanakan bayi ini bersama, jadi mengapa kini kami tak merasakan hal yang sama?"